Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nostalgia Permainan Tradisional yang Hampir Jarang Dimainkan Saat Ini

Sejak jaman dahulu sebelum teknologi berkembang, anak kecil sering berinteraksi sehari-harinya dengan teman sebaya. Salah satunya melakukan permainan tradisional. Hal ini erat dengan kehidupan masyarakat dan anak-anak di jaman tahun 1990 an. Pemainan tradisional dinilai cukup sederhana karena hanya menggunakan alat-alat tradisional yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar rumah. \

Akan tetapi, seiring berkembangnya teknologi dan jaman, saat ini anak-anak lebih memilih gadget ketimbang bermain permainan tradisional dengan teman sebayanya. Untuk menyikapi hal itu, perlu dilakukan pengarahan dan pengenalan dari orang tua mengenai permainan tradisional yang semakin punah karena sudah jarang yang memainkannya.

permainan tradisional
Permainan Tradisional


Permainan Tradisional Jaman Dahulu

Perlunya pengenalan permainan tradisional bertujuan untuk melestarikan budaya masyarakat Indonesia untuk lebih sederhana dalam hal mendidik anak sehari-hari. Berikut ini ada beberapa permainan tradisional yang sudah jaran dimainkan, mari kita mengingat kembali masa dahulu kala.

Congklak

Congklak adalah permainan tradisional yang menggunakan lapangan panjang, dengan tujuh lubang di setiap sisinya, dan dua lekukan yang lebih besar di tengah-tengah ujung kiri dan kanan yang disebut lu. Setiap lubang di kedua sisinya dapat diisi dengan biji (kerikil atau cangkang lonjong). 

Permainan biasanya dimainkan oleh dua orang. Dalam permainan congklak, kemenangan dihitung berdasarkan jumlah benih di setiap lumbung. Kunci dari permainan ini adalah memilih jumlah benih di baskom untuk dimainkan, ibu. Pemain yang bergiliran atau memetik benih di lubang berlubang dapat mengisi lebih banyak lumbung. Yuk, mari kita kenalkan dan lestarikan pemrainan congklak ini.

Petak Umpet

Permainan petak umpet merupakan salah satu permainan mengasah ketangkasan anak. Dulu, petak umpet adalah permainan favorit saat liburan sekolah. Bu, gameplaynya sangat sederhana. Jika banyak anak yang bermain, permainan ini akan lebih menarik. 

Mulailah dengan hompimpa dan tentukan siapa yang bertugas. Setelah itu, anak-anak yang tidak dijaga harus bersembunyi. Dalam keadaan normal, anak-anak yang dijaga harus menghitung dari 1 sampai 10, dan tidak perlu menghadap pusat penahanan sebelum mencari anak  yang bersembunyi. 

Sama halnya dengan anak-anak yang ditangkap, karena jika berhasil menyentuh benteng terlebih dahulu, mereka tidak akan terlindungi di tahap selanjutnya. Anak lain yang bersembunyi juga bisa menyentuh benteng agar tidak terlindungi di kemudian hari, selama benteng tersebut tidak tertangkap oleh anak yang bertugas atau pencari.

Lompat tali

Biasanya permainan tradisional ini dimainkan oleh para perempuan. Lompat tali merupakan permainan tradisional yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Tahapan lompat tali ditentukan oleh ketinggian. Misalnya, cara termudah adalah dengan memasang strap di lutut. Jika berhasil melompat, kamu akan mencapai tinggi pinggang, bahu atau bahkan kepala.

Jika seorang pemain terjebak oleh tali saat melompati bola, ia dianggap kalah dan harus bertukar posisi dengan pemain berikutnya. Selain itu, jika ada pemain yang lebih tua dan lebih tua, lompat tali sangat menarik, akan ada beberapa nama khusus.

Engklek

Engklek adalah salah satu permainan tradisional paling populer saat itu. Engklek merupakan salah satu permainan tradisional anak yang sangat digemari di Indonesia khususnya di masyarakat pedesaan. Terlepas dari pria dan wanita, siapa pun bisa bermain Engklek. 

Dulu, game ini sangat populer. Selain menyenangkan, permainan ini juga bisa dimainkan bersama. Mengengkol sangat mudah, dan aturannya tidak rumit. Permainan bisa dijalankan dengan minimal dua pemain. Sebelum permainan dimulai, diperlukan suatu rencana plot sebagai media permainan. 

Gambarnya dibuat dalam bentuk persegi, yang terbagi menjadi beberapa bagian. Minta pemain untuk menginjak setiap ubin yang tersedia dengan kakinya dan sesuaikan bentuk ubinnya. Terkadang, pemain harus menggunakan satu kaki saat menginjak ubin, dan pada beberapa ubin, dua kaki harus digunakan.

Nah, itulah beberapa permainan tradisional yang hampir punah kaerna perubahan jaman yang sangat signifikan. Memang saat ini anak-anak tidak harus memainkannya, akan tetapi tidak ada salahnya jika para orang tua mengenalkan atau bercerita mengenai permainan tradidional ini. Semoga artikel ini bsia membuka wawasan, sampai jumpa di artikel berikutnya.

Caradantutorial
Caradantutorial Caradantutorial merupakan situs web yang berisi kumpulan tips, cara, dan tutorial dari berbagai kategori.

Post a Comment for "Nostalgia Permainan Tradisional yang Hampir Jarang Dimainkan Saat Ini"

Berlangganan via Email